A T M ( amati tiru modifikasi )



Persaingan yang ketat di dunia arsitektur belakangan ini mau tak mau menuntut seorang arsitek untuk lebih kreatif lagi dalam berkarya, mencari ide-ide baru dan segar yang dapat di unggulkan agar dapat diterima oleh ‘pasar’. Dalam berkarya, seorang aristek sendiri harus bisa menyesuaikan diri dengan tuntutan pasar yang serba dinamis dan berubah-ubah. Belakangan ini jika kita teliti, kebanyakan dari klien yang kita hadapi mulai kritis bahkan justru membangun koridornya sendiri dalam mengarahkan seorang arsitek untuk mewujudkan ide yang dimilikinya, hingga tidak jarang seorang arsitek hanyalah sebuah ‘alat’ atau ‘mesin’ desain  yang  dengan mudah di dikte dan diarahkan oleh kliennya sendiri. 

Jika di tilik dari permasalahan ini maka sebuah kreatifitas merupakan harga mati yang tidak dapat ditawar lagi. Anda bisa bayangkan jika seorang arsitek hanya dijadikan sebuah alat desain yang disetir oleh kliennya sendiri tanpa dapat mencetuskan gagasan konsep sebuah desain di hadapan kliennya. Hanya karena ide yang kita paparkan dianggap tidak menarik, kaku dan monoton. Tak beda dengan seorang drafter atau juru gambar yang hanya ‘bergerak’ melaksanakan  perintah dari seorang kepala studio. Sangat miris memang, tapi itulah kenyataan yang terjadi belakangan ini.

Kebuntuan dari penelusuran dalam rangka mencari ide-ide segar adalah suatu hal yang wajar dan pasti akan dijumpai oleh setiap orang, ‘imma’ seorang yang telah ahli dibidangnya pun pasti pernah merasakan hal tersebut. Stagnan, beku, mumet (kata orang jawa) adalah sebuah kondisi dimana alam imajinasi kita terbelenggu pada sebuah labirin pemikiran yang pada akhirnya akan menimbulkan perasaan resah , geram dan tak berdaya, sementara ‘pelatuk’ dead line sudah hendak di tekan oleh si empunya proyek, menuntut janji arsitek yang tak kunjung datang.

Adalah sebuah ‘ATM’, yang saya maksud disini bukanlah sebuah mesin yang dapat me’muntah’kan beberapa lembar uang dalam sekejap sesuai dengan kebutuhan pemilik kartu ATM. Tetapi yang saya maksud di sini adalah sebuah kependekan yang berarti Amati Tiru Modifikasi, sebuah usaha dalam rangka mencari ide baru untuk berbisnis yang pernah saya dapatkan pada sebuah komunitas pebisnis muda di kawasan Bekasi. Sederhana tetapi meiliki kekuatan dahsyat semacam bom atom yang dalam sekejap dapat menghancurkan kebuntuan alam imajinasi seorang Arsitek dalam rangka mencari ide-ide baru yang cukup brilliant.

Sebuah teknik sederhana hanya bermodalkan kemauan dan sedikit perjalanan safari ke beberapa tempat obyek arsitektur semacam komplek perumahan, kantor, mall, hotel atau bahkan sebuah warung pojok sekalipun. Dimana dari hasil perjalanan tersebut tentunya akan terekam beberapa obyek dan bentuk arsitektur yang kita amati, untuk kemudian tinggal kita arahkan pada sebuah bentuk tertentu yang dapat kita tiru dan menurut kita cocok atau mendekati bentuk-bentuk yang kita inginkan, kemudian pada tahap akhir tinggal kita modifikasi di beberapa bagian yang hasilnya pasti akan berbeda dengan bentuk aslinya.

Haramkah? Tentu tidak, karena penentuan halal dan haram sudah menjadi kapasitasnya para ulama (lho?) he he he… Sudah pasti tidak haram jika kita ada usaha untuk mengadakan perubahan berdasarkan ide tambahan yang kita miliki, dan menjadi haram jika secara mentah-mentah kita tiru obyek-obyek arsitektur tadi kedalam desain arsitektur kita tanpa ada tambah kurang disana-sini dan kemudian kita katakan itu adalah hasil desain kita. Makanya segeralah bertobat dan ambil ancang-ancang untuk melangkahkan kaki menjadi pelancong sesaat untuk berburu karya-karya seorang Arsitek dunia maupun bukan dunia (lho?)

Sebuah karya Arsitektur Arsitek dunia pun adalah merupakan hasil usaha pengamatan dari bentuk dan obyek yang telah ada sebelumnya, semacam FL Right, Zaha Hadid, le cobusier. Atau Arsitek local sekalipun semacam FX Silaban, Soejoedi, han awal dll. 

 Jadi kenapa gak mulai saja dari sekarang? Segera ambil kamera, ambil kunci kendaraan dan tancap gas-lah menuju ‘galery’ obyek arsitektur yang tersebar di seluruh penjuru kota kita. Telusuri  jalan-jalan utama sampai dengan jalan lingkungan, lihatlah begitu banyak ide brilliant yang dapat kita tiru untuk dilakukan modifikasi sesuai kebutuhan yang kita inginkan….selamat ber-ATM…:)

Komentar

Postingan Populer