Arsitektur Tropis (sebuah penglaman pribadi)
Belum lama kami sekeluarga menempati rumah yang baru dibangun bersama orang tua. Tidak besar, tapi cukup untuk kami sekeluarga bernaung dan berlindung dari panas dan hujan. Karena bertepatan dengan musim hujan, hari kedua sudah di 'hadiahi' hujan deras yang cukup lebat dan lama. Tak mengapa, hitung-hitung sekalian 'trial and error' kalau-kalau ada yang bocor atau rembes. Alhamdulillah, setelah berkeliling ke beberapa bagian dari rumah ini tidak satupun terdapat bocoran atau rembesan. Namun demikian, pada area teras belakang dan depan terlihat 'basah kuyup' akibat dari tampias atau percikan air, padahal teritisan (overstek) area tersebut sudah saya buat cukup lebar, tetapi karena hujan yang lebat disertai dengan hembusan angin kencang maka air dengan mudah membasahi area tersebut.
![]() |
| sumber: kaskus. |
Telah umum diketahui bahwa negara kita yang beriklim tropis memiliki curah hujan yang tinggi dengan hembusan angin kencang. Sehingga pengaruhnya terhadap bentuk bangunan adalah harus memiliki kemiringan atap yang cukup curam (antara 25 s/d 45 derajat) dan teritisan (overstek) yang lebar cukup menaungi penghuninya dari terpaan sinar matahari dan hujan. Jika tidak, sudah barang tentu tampias dari air hujan akan terus membasahi bagian tertentu dari rumah kita yang tentunya akan merepotkan jika tidak segera di tanggulangi.
![]() |
| sebuah rumah bergaya arsitektur minimalis, sumber :gambiranonline |
Dari kejadian ini, saya jadi terbayang dengan hasil karya arsitek-arsitek indonesia saat ini, dimana akibat mengikuti trend yang sedang digandrungi masyarakat banyak, sebagian dari mereka mengabaikan kaidah-kaidah yang harus dipenuhi dari sebuah bangunan yang berada di daerah tropis. Bentuk Atap datar, irit dalam pemasangan tritisan dan bukaan yang minim semakin banyak di sajikan oleh para arsitek kita, berlomba satu-sama lain agar bisa di sebut sebagai bangunan minimalis. Sangat mengherankan memang, apa yang didapat pada masa kuliah dulu seolah hilang tak berbekas, berganti dengan ego dan kesombongan dari masing-masing pribadi dan mengabaikan kondisi alam dimana dia tinggal.
Belum lagi jika kita melihat ke komplek perumahan hasil produksi para developer yang dengan gencar menawarkan rumah-rumah baru dengan label 'nyaman', tetapi dari segi bentuk dan gaya rumah yang ditawarkan mengacu pada aliran arsitektur minimalis dan jauh dari kesan tropis . sehingga bisa dipastikan berpotensi terkena dampak dari hujan deras dan angin.
Belum lagi jika kita melihat ke komplek perumahan hasil produksi para developer yang dengan gencar menawarkan rumah-rumah baru dengan label 'nyaman', tetapi dari segi bentuk dan gaya rumah yang ditawarkan mengacu pada aliran arsitektur minimalis dan jauh dari kesan tropis . sehingga bisa dipastikan berpotensi terkena dampak dari hujan deras dan angin.
Nampaknya slogan 'go green' yang sudah di teriakkan sejak kemarin dulu tidak membuat para Arsitek kita menjadi manut dan lebih arif terhadap iklim sekitar, tetapi malah ber'kiblat' kepada iklim dan alam milik orang lain yang krisis hujan dan matahari. Jelas perlakuan terhadap bangunannya akan berbeda sama sekali.
Jadi mari mulai bersahabat dengan alam, mari kembali memperlakukan alam dan iklim kita sesuai dengan 'tabiat'nya selama ini. Jika memang harus mengikuti trend yang sedang di sukai masyarakat, maka 'genjot' kreatifitas kita untuk menghasilkan satu bentuk bangunan yang minimalis tetapi bersahabat dengan alam. Artinya tetap memperhatikan kaidah-kaidah arsitektur tropis seperti yang saya sebutkan dimuka. Entah apapun itu sebutannya, mau 'arsitektur tropis minimalis' atau minimalis tropis, atau tropis alternatif, yang penting dari segi trend tidak tertinggal, tetapi tetap berfungsi sebagaimana mestinya.
Jadi mari mulai bersahabat dengan alam, mari kembali memperlakukan alam dan iklim kita sesuai dengan 'tabiat'nya selama ini. Jika memang harus mengikuti trend yang sedang di sukai masyarakat, maka 'genjot' kreatifitas kita untuk menghasilkan satu bentuk bangunan yang minimalis tetapi bersahabat dengan alam. Artinya tetap memperhatikan kaidah-kaidah arsitektur tropis seperti yang saya sebutkan dimuka. Entah apapun itu sebutannya, mau 'arsitektur tropis minimalis' atau minimalis tropis, atau tropis alternatif, yang penting dari segi trend tidak tertinggal, tetapi tetap berfungsi sebagaimana mestinya.





Komentar
Posting Komentar