Mencari Bentuk Arsitektur Asli Indonesia (sebuah opini)


Upaya untuk mencari bentuk Arsitketur asli Indonesia sebetulnya sudah di gelontorkan sejak tahun 1980an. Dimana saat itu berbagai forum diskusi dan seminar banyak di gelar untuk membahas dan mencari bentuk Arsitektur asli Indonesia yang berbasis kepada Arsitektur Tradisional Indonesia. Namun setelah lebih dari tiga dasawarsa belum juga ada titik temu mengenai bentuk Arsitektur asli Indonesia yang baku, yang bisa dijadikan acuan bagi para praktisi dan akademisi untuk mengembangkannya lebih jauh.


Arsitektur tradisional suku Nias Selatan, tingkat kerumitan
bentuk dan simbol-simbolnya cukup tinggi.

Di lain pihak, Arsitektur Tradisional Indonesia dengan ciri khas bentuk yang rumit dan 'njelimet', mau tak mau harus rela di tinggalkan sebagai rumah hunian yang digunakan sehari-hari, untuk kemudian diganti dengan rumah modern yang menawarkan kepraktisan, aman dan kenyamanan. Kondisi ini sudah pasti bukanlah suatu bentuk pemaksaan kehendak, tetapi merupakan tuntutan dari manusianya sendiri yang mengalami perubahan perilaku dan kebiasaan , sehingga enggan menggunakan bentuk-bentuk Arsitektur lokal dari daerahnya masing-masing. Alasannya? ya karena itu tadi, rumit, njelimet dan tidak praktis. Disamping itu faktor-faktor non teknis yang melatar belakangi pembentukkan dan pembangunan sebuah bangunan Arsitektur tradisional Indonesia juga menjadi sebab mengapa Arsitektur tradisional ini mulai ditinggalkan oleh pengikutnya. Seperti ritual-ritual adat dan upacara-upacara persembahan, ideologi atau keyakinan yang harus di ikuti, juga filosofi dari sebuah bentuk aktifitas.


Sebuah rumah makan Padang
dengan atapnya yang khas

Untungnya bentuk bangunan Arsitektur tradisional tersebut tidaklah dilupakan begitu saja. Upaya-upaya untuk melestarikannya tetap di lakukan oleh berbagai kalangan, mulai dari Arsitek, lembaga pemerintahan, maupun individu, dengan cara dan gaya masing-masing. Baik bersifat simbolik, maupun yang hanya menggunakan filosofi dan maknanya saja. Kesemuanya dengan satu tujuan, yaitu agar tidak dilupakan oleh generasi kemudian. Hasilnya bisa dinikmati saat ini. Bahkan sebuah warung padang pun boleh dibilang hasil karya yang patut dihargai karena mengusung bentuk-bentuk ciri khas daerahnya sendiri, yaitu rumah gadang dengan atap 'begonjong'nya.




Bangunan dengan gabungan bentuk
Arsitektur tradisional Kalimantan
dengan Arsitektur masa kini.

Sebuah hasil karya Arsitektur yang berusaha menggabungkan bentuk Arsitektur tradisional Indonesia dengan gaya Arsitektur masa kini adalah patut di hargai dan diberi apresiasi yang baik. Karena itu merupakan hasil pemikiran dari sang arsitek yang berusaha melestarikan bentuk-bentuk gaya Arsitektur tradisional Indonesia itu sendiri, adalah merupakan sebuah proses yang saya yakin pada akhirnya nanti akan ditemukan bentuk-bentuk Arsitektur yang betul-betul asli Indonesia.

Bentuk Arsitektur tradisional Indonesia yang kita lihat saat ini pun sesungguhnya merupakan hasil sebuah proses yang dilakukan oleh para 'arsitek alam', yaitu nenek moyang kita zaman dahulu. Dalam presentasinya pada sebuah forum diskusi Arsitektur di hotel Four Season, Jakarta, yang diadakan oleh Dulux, sebuah merk cat di Indonesia, bapak M. Nanda Widya, dosen Arsitektur Universitas Indonesia, memaparkan sebuah proses tahapan-tahapan terbentuknya rumah tradisional Toraja yang dilakukan oleh nenek moyang orang Toraja waktu itu. Mulai dari bentuk yang sederhana, hingga menghasilkan betuk yang dapat kita saksikan saat ini. Dalam proses tersebut bukan tidak mungkin terjadi diskusi atau debat yang panjang antara para tetua adat untuk menentukan satu bentuk atau simbol-simbol tertentu yang sesuai yang dapat mewakili ideologi dan filosofi mereka saat itu. Itu sangat mungkin.

Hal yang sama juga terjadi pada bentuk bangunan Arsitektur tradisional Indonesia saat ini. Bebagai bentuk dan gaya terus bermunculan seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan wilayah perumahan dan hunian. Maka, Penggambungan bentuk Arsitektur tradisional Indonesia dengan bentuk dan gaya Arsitektur masa kini tidak di pungkiri memberikan nuansa baru dalam khazanah bentuk dan gaya Aristektur Indonesia saat ini.

Meski banyak dari hasil usaha tersebut bagi sebagian pakar Arsitektur dan akademisi dianggap suatu hal yang menggelikan dan dianggap merendahkan arsitektur tradisional indonesia itu sendiri, tetapi gelombang dan perubahan kearah itu terus terjadi bahkan sudah mewabah ke seluruh pelosok indonesia. Lihat saja bentuk-bentuk gedung pemerintahan di berbagai daerah semacam gedung pemda, gedung DPRD, kantor gubernur dll, kesemuanya memberi gambaran jelas betapa usaha untuk mencari bentuk baru yang berakar dari bentuk-bentuk Arsitektur tradisional Indonesia terus berlangsung. Bukan tidak mungkin, 50 atau 100 tahun kedepan akan ditemukan satu bentuk gaya Arsitektur asli Indonesia yang merupakan hasil dari proses penggabungan bentuk yang dilakukan olah banyak Arsitek saat ini. Atau bahkan mungkin akan di temukan satu gaya baru dalam ilmu Arsitektur yang mendunia yang berasal dari gaya Arsitektut tradisional Indonesia. Mungkinkah? Kita lihat saja.....






Komentar

Postingan Populer