Salut buat ibu Tri..
Ya, salut buat ibu Tri Rismaharini, walikota Surabaya, karena hasil kerja kerasnya mengantarkan kota Surabaya mendapatkan 6 kali penghargaan Adipura untuk kota terbersih di Indonesia.
![]() |
| Lambang kota Surabaya |
Dengan gaya bahasa sederhana dan presentasi yang singkat beliau memukau seluruh peserta seminar 'Green City' di Jakarta, yang diadakan tanggal 1Desember 2011, lalu. Tepuk tangan dan decak kagum terdengar beberapa kali dari peserta di sela-sela beliau mempresentasikan program-program yang telah di jalani selama masa pemerintahannya.
![]() |
| Salah satu area hijau yang di tata ulang |
Sebagian besar dari program tersebut sebetulnya bukan hal baru, karena pernah di lakukan oleh pejabat-pejabat lain di beberapa daerah di indonesia, tetapi karena keuletan dan kesungguhannya melaksanakan program tersebut di tambah dukungan dari seluruh warga kota Surabaya membuahkan hasil yang patut dibanggakan, sekaligus mengharumkan nama Indonesia di tingkat Asia.
Program tersebut diantaranya, mendaur ulang sampah, membuat kota surabaya bersih sebelum pukul 7 pagi', menata kembali kota Surabaya sesuai dengan peruntukkannya, menata ulang kawasan hijau, memberdayakan seluruh warga untuk menjadi warga mandiri, menamakan kampung/daerah sesuai dengan produk yang di hasilkan ( seperti: kampung sepatu, kampung lontong, kampung bordir dll ). Dan yang paling fantastis adalah satu kampung yang di sebut dengan 'kampung bebas rokok dan narkoba'!. Ini bukan hanya sekedar nama atau slogan saja, tetapi betul-betul sebuah kampung yang bebas dari asap rokok dan narkoba!
![]() |
Kampung Bulak Sari, kampung yang bebas asap rokok
& narkoba. Pada pintu gerbang kampung disediakan asbak
bagi perokok untuk mematikan rokoknya sebelum masuk
kekampung ini. Hebat..:)
|
Satu lagi yang membuat peserta seminar kagum adalah, programnya yang di sebut dengan 'bank sampah'. Yaitu setiap warga berhak menyetor sampah non organik ke pengepul sampah yang di tunjuk, dimana setelah sampahnya di timbang, warganya tidak di bayar dengan uang cash, tetapi di masukkan dalam akun pribadi masing-masing untuk dapat di gunakan di kemudian hari. Semacam tabungan, tapi hasil dari mengumpulkan sampah! Anda tahu berapa besar uang yang dihasilkan dari menyetor sampah ini? Angka terkecil yang dihasilkan adalah 1.8 juta/ dua bulan! Untuk menjadi income tambahan nilai tersebut sudah lebih dari cukup.
Bahkan namanya begitu di kenal di Jepang karena setiap bulannya beliau mensuplai produk hasil daur ulang sampah sebanyak 4 ton berupa produk rumahan yang unik dan menarik. Maka tidak heran jika beliau beberapa kali di undang oleh negara tetangga untuk menjadi pembicara dalam acara-acara resmi untuk menceritakan keberhasilannya ini.
![]() |
| Salah satu wajah Perkampungan di Surabaya saat ini, bersih dan hijau. |
Tapi anehnya, di dalam negeri beliau tidak dikenal dan tidak ter-ekspose di media massa mengenai sepak terjangnya selama ini. Mass media lebih senang membahas mengenai kedatangan David Becham, pesepak bola asal Inggris, yang di sambut dengan mesra oleh artis Syahrini ketika tiba di Indonesia. Atau mereka lebih senang memampang tulisan besar-besaran di headline news-nya mengenai pernikahan putra-putri salah satu pejabat no 1 di negeri ini. Miris sekali.....
Tetapi memang pada dasarnya manusia butuh dengan perbaikkan. Maka bagaimanapun besarnya kendala dan permasalahan yang timbul, tetap saja akan muncul manusia-manusia baru semisal bu tri ini dengan membawa semangat baru dan perubahan baru. Akan ada 'pejuang-pejuang' baru yang melawan ketidak aturan di semua bidang dan semua lini. Itu pasti.
![]() |
| Ibu Tri (berkerudung), sedang berdialog dengan warga |
Untuk itu, jika anda memiliki ide baru, semangat baru, program baru, yang memang diniatkan untuk perubahan masyarakat banyak menuju perbaikkan, lalu tunggu apa lagi? Segera realisasikan meski itu di anggap ide 'gila' sekalipun....
Mari berubah kearah perbaikkan.....







Komentar
Posting Komentar