Sayembara untuk tetangga
Beberapa waktu lalu sebuah developer perumahan di kawasan Bekasi telah mengumumkan pemenang dari sayembara yang mereka adakan di bidang Arsitektur. Yaitu sebuah sayembara menata bundaran yang terletak dijalan utama kawasan perumahan tersebut. Melihat banyaknya peserta yang ikut (mencapai ratusan peserta) menunjukkan antusiasme dari kalangan arsitek tanah air yang masih memiliki semangat untuk menciptakan sesuatu karya yang fenomenal dan fantastis.
![]() |
| Pemenang 1, dari Singapura. |
Tetapi sayang usaha tersebut terganjal oleh sebuah keputusan yang menurut saya agak sedikit kurang berpijak pada ‘bumi’ sendiri. Ya, dari ratusan karya hebat Arsitek Indonesia yang saya kira fantastis dan fenomenal, namun yang terpilih sebagai pemenang utama dari sayembara tersebut adalah karya seorang Arsitek dari negeri tetangga, yaitu Singapura. Salah? Tidak sama sekali, tetapi ditengah gegap-gempita untuk menggiatkan dan meningkatkan semangat mencintai hasil produk sendiri, saya kira sayembara ini menjadi sebuah catatan tersendiri. Apalagi baru kemarin kita di ramaikan oleh gempita sebuah mobil hasil karya anak bangsa yang terkebiri hanya karena tidak lolos uji emisi (?). Maka tak berlebihan kalau saya katakan disini bahwa sayembara tersebut tidak sepenuhnya berhasil mencapai tujuan yang diharapkan.
Parahnya lagi yang memenangkan hasil karya ‘anak tetangga’ tersebut adalah dewan juri yang notabene berasal dari dalam negeri sendiri. Dan konsidi ini pun di amini oleh IAI, sebuah wadah tempat para Arsitek tanah air benaung dan berlindung.
![]() |
| Pemenang 2 |
Anda tahu Bahrain? sebuah negari dikawasan Timur Tengah yang belum lama ini mempermalukan kesebelasan Indonesia dengan skor telak 10-0, ternyata merupakan hasil ‘kongkalingkong’ dengan beberapa pemain Indonesia serta wasit yang memimpin pertandingan tersebut. Kasarnya, Bahrain dengan resiko ketahuan yang sangat besar berani mati untuk melakukan hal tersebut demi mengangkat nama bangsanya sendiri. Dan berani mengambil resiko yang berakibat negerinya akan di kenakan sangsi oleh FIFA, sebuah federasi internasional di dunia sepak bola. Tentu ini direncanakan bukan oleh satu dua orang, tetapi sebuah tim.
![]() |
| Pemenang 3 |
Demi sebuah idealisme kah? justru karena idealisme, Arsitektur negeri ini belum pernah mencuat layaknya karya arsitektur tingkat dunia. Apa buktinya? beberapa karya Arsitketur yang mengadopsi bentuk-bentuk arsitektur tradisional Indonesia malah mendapat kecaman dan cemoohan sebagai arsitekur tak bernilai...:( jadi ini ibarat 'sudah jatuh tertimpa tangga pula'..Apapun itu, yang jelas sangat tidak bijak sekali ditengah keterpurukan bangsa ini menghadapi berbagai masalah keduniaan, malah menorehkan ‘luka’ di tubuh sendiri dan bangga melakukan hal tersebut.
Saya bukanlah salah satu peserta dari sayembara tersebut, sehingga dengan iri menulis tulisan ini. Bahkan karena itulah saya menjadi prihatin dengan semangat kebangsaan kita yang betul-betul sudah dibawah titik nadir. Sekali lagi, ini hanya pendapat dan opini saya, kalau keberatan, ya cuek aja…..:)




Komentar
Posting Komentar